About She

#NulisRandom2017 #Day1

Assalamualaikum, hallo friends.. Lama ga ada kabar baru nulis lagi nih di blogku. Cuitan kali ini tentang tagar di atas. Nah kali ini NulisBuku.com ngadain lagi yg namanya #NulisRandom yang intinya kita nulis full 1 bulan penuh per 1 hari satu bacaan.

Continue reading “About She”

Iklan

Generation-R

image

Reflection. Ekspresi pada sebuah kamera itu menipu, tidak peduli suasana hati mendung atau cerah kau tak bisa lolos dari jepretan kamera, kehidupan. Dan R untuk Reason. Meski tak sedikit manusia menyembunyikan ekspresinya di depan kamera, segalanya punya alasan. Logis tidaknya tergantung topeng yang kau pakai, apakah sesuai dengan tempat atau tidak, tapi ingatlah bahwa topengpun masih memiliki wajah. Jadi saat di depan kamera, berekspresilah dengan baik.

Reaction. Ingat, disetiap hasil jepretanmu pasti ada pasang mata lain yang melihat bahkan mengamati. Kamu tidak tahu reaksi mereka saat melihatmu menggunakan topeng, tersenyum kemudian pasrah di hadapan kamera. Boleh jadi mereka suka aktingmu atau kebalikannya. Refleksikanlah sesuai kondisi.

Round. Segalanya hanya mirip roda. Berputarnya searah jarum jam agar kau sampai tujuan. Dan kalau kau sedang di atas lupakanlah topeng-topeng refleksi itu. Jadilah kamu yang dunia mau, bukan yang kamera mau. Ada saatnya kamu di bawah, ada saatnya pula kamu dibohongi oleh topeng orang lain.

Hidup memang saling balas membalas…

@Kwint_Arqia

Malam: Satu Lagi Terselip Kisah di sana

image

Malam ini, sebenarnya rasa kantuk sudah mendera. Namun kau tahu sendiri lelahnya pikiran berbeda dengan lelahnya raga. Jiwa ini mulai goyah. Dalam balutan cinta, sayang dan rindu. Kata klise sebuah hubungan normal pria-wanita, aku-kamu. Mulai dari teman satu kost yang menyindir tentang sebuah hubungan dewasa, yang intinya ‘rasa bosan itu selalu ada, tinggal bagaimana rasa sayang mampu menutupi itu’. Lalu bagaimana dengan kisah kita sayang? Apa sudah berdiri di atas landasan yang pas? Dengan kejujuran sebagai tiang penyokong dan kesetiaan lalu perjuangan sebagai tembok2 kokohnya. Sebuah canda menjadi jendela agar kesegaran udara masuk dari sana.

Cobalah untuk merenung, arti sebuah tanggung jawab, arti sebuah perjuangan. Aku berjuang bukan hanya kamu. Semoga dengan segala tindakan nyata dapat membuatku percaya bahwa sekali lagi, malam ini ada cerita antara kamu dan aku

-Yudha

Kau harus tahu alasanmu bertahan sampai saat ini denganku

Not the only one

Untuk sebuah alasan yang pasti dan hanya kau pula yang tahu mengapa, Telah kucinta kau
bertahun-tahun untuk waktu yang lama bahkan melodi di atas kafe tempat dimana aku melamarmu selalu jadi pengingat kapan dan bagaimana kita bertemu dan saling mengikat janji.

Untuk sebuah alasan juga, jadi baikkah setelah aku tau kebenarannya atau mungkin sebaliknya? Aku banyak belajar terhadap sebuah hati bersamamu. Ketakutan terbesarku akhirnya jadi nyata,

Continue reading “Not the only one”

Free without You

image

Mungkin kau sadari mungkin juga tak…
Aku hanya ingin bebas…
Menjentikkan setetes embun pada awan
Itu, bagiku indah meski tak kau sadari

Ada rasa kecewa yang berkecamuk dalam jiwa ini, kala awan yang berarak menyembunyikan kekawan walet dan sebangsanya. Kamu sama saja seperti dia, saat mendung yang menggelayut pada jiwa yang merindu ini kau datang membumbung seakan kaleidoskop kita terulang lagi..

Kau terbang bebas dalam anganku, pikirku yang diam-diam terpenuhi oleh namamu. Tapi ragamu tak ada, bayangmu datang menjamu? Kemana harus lubertanya? Pada seberkas sinar mentari sore yang baru mengenal diriku? Tidak mungkin sayang. Mungkin pada yang lebih pantas, hujan. Karena di sana ribuan cerita aku simpan.

Diam-diam aku mengamatimu dari jauh karna kuyakin saat kumendekat kau akan terbang semakin tinggi meninggalkanku lagi, dan bukan itu yang kuharapkan. Aku tahu senja telah berakhir, waktu dimana aku dan kau berpisah, biar pagi menyambut nanti, agat aku bisa melihat senyummu di ambang pintu tapi entah kapan akan terjadi.

Biarlah aku menjadi aku_tanpamu menelusuri jejak hidup yang mesti kulalui meski dengan penggantimu yang baru. Tapi percayalah di hatiku masih tersulut bara namamu yang belum mampu terlupa…

@dessyar

Cerita Sore: #DurenBabeh

Libur 2 hari kemarin niatnya cuma pengen pulang ke rumah,  tapi diluar dugaan aku dan Mba Oci tiba-tiba bikin acara sendiri. Yup ke kantor pinjem motor setelah sebelumnya ngrampok ciken sama cemilan dari Pa Yan yang kelewat baik. Planning pertama go on my grandma’s home.
Asli sebenernya agak males dikit kalo disuruh kesana. Tapi apa boleh buat karna ada sesuatu yang perlu diselesaikan akhirnya sampailah di sana sekitar pukul dua belas siang! Cuma numpang minum air sama main sebentar bareng sepupu. Si Tante juga kaya biasa mode datar gitu aja waktu aku dateng. Hahaha ironii :-/
Setelah setengah jam aku sama Mba Oci check out ke kedai Babeh. Yup! Es durian babeh yang terletak di Jl. Arjuna Slerok Tegal   cukup melepaskan penat yang mengikutiku sejak di rumah nenek 😀 . Ada banyak varian rasa yang disuguhkan. Harganyapun lumayan buat kantong anak remaja. Cheese Babeh jadi pilihan Mba Oci dan Choco Crunch Babeh jadi pilihanku.

image

Bisa dilihat cokelat untuk choco dan putih cheese. Ketika pertama kali menyantap rasa durian dingin dicampur roti dan agar menjadi rasa pembuka yang membuat ketagihan. Isiny lumayan banyak, ada jelly, kelapa parut, roti potong dan agar. Untuk topping ada pilihan tersendiri. Satu porsi dibanderol 15k saja dan tertinggi 18k untuk eskrim babeh.
Ngga banyak waktu untuk menghabiskan satu gelas besar Duren Babeh perut kembali kenyang dilanjut sesi selfie yang ga mau dilewatkan

image

image

Dengan  ukuran ruangan minimalis membuat kedai ini terkesan unyu apalagi ditambah iringan musik yang bisa dirikwes sendiri, setengah jam berlalu dilanjut jjs ke rumah Ka Hanna Ji Eun. Terletak di Kramat sempat lupa dengan jalannya pas masuk gang ternyata bukan yang kemarin aku tuju. Akhirnya setelah menemukan rumah bercat hijau aku masuk gang sempit sekitar 3 meter rumah bercat putih itu tertutup. Ku kira tak ada orang namun setelah ketukan ketiga sang ibu membuka pintu.
Hanya untuk istirahat sejenak sampai setengah empat.
Menginjak pukul 5 perjalanan dilanjutkan ke rumah tapi sebelumnya mampir dulu aku dan Mba Oci ke Eliza pusat kerudung fashion yang murmer. Terletak di Banjaran jalan 1. Aku juga akhirnya ikut memilih salah satunya.
Pukul 6 petang akhirnya sampai juga aku di rumah dengan selamat.

Phobia Siska

Sesingkat-singkatnya FF yang diikutkan ke #CERMIN Bentang


“Mbak, tolongin aku!” Jerit Siska dari balik kelambu.

“Hey, kau kenapa?” yang di panggil Siska menghampiri tergesa. Melihat pemandangan memperihatinkan, dia membawa Siska pada ruang cukup cahaya.

“Ya ampun, kenapa bisa kau seperti ini?” Tarra membebat kepala siska dengan slayer gelap.

‘Semoga pengalamanku sebagai dokter kecil bisa menyembuhkan bocah cilik ini.’ Batin Tarra sambil mengeluarkan alat pertolongan.

“Mbak, tolong dibius dulu, ya.” Pinta Siska mencegah ayunan tangannya.

Berulangkali hampir dua minggu sekali phobianya kambuh. Sejak saat itu Tarra selalu jadi ‘dokter’ dadakannya.

“Tenang aja Sis, udah Mbak lakuin dari tadi.” Maka mulailah Tarra mendekatkan alat bantunya pada bagian tubuh siska yang hampir putus.

“Bismillah”

“Kruk … Kruk … Kruk ….” Lima kali Tarra menggunakan alat itu untuk memotong kuku Siska yang telah terpotong setengah.

“Kruk … Kruk … Kruk …” Mengulang hal yang sama pada kaki kirinya. Setelah itu dia membuka penutup mata dan membereskan peralatan ‘medis’nya.

“Nah, selesai. Kukumu udah kembali cantik, dek.”

—oOo—

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: